Be3 (dibaca: Bi Tri) adalah kelompok vokal yang sebelumnya dikenal dengan sebutan AB Three (singkatan dari Antero Bagus Three). Kelompok vokal ini dimulai dengan bergabungnya tiga perempuan muda berusia belasan tahun. Widi (16 tahun), Nola (17 tahun) dan Lusy (18 tahun) adalah jebolan kontes menyanyi tingkat Asia, Asia Bagus. AB Three resmi terbentuk pada tanggal 13 Agustus 1993.

Sebelum digabung menjadi Trio, ketiganya sempat jalan sendiri-sendiri. Nola merilis album solo berjudul Hanya Dirimu, Widi merilis single Mama (lagu lawas yang pernah dipopulerkan Eddy Silitonga pada tahun 70′an), sementara Lusy berduet dengan Edo Kondologit (yang juga jebolah Asia Bagus). Adalah Chris Pattikawa yang menyatukan ketiga cewek bersuara merdu ini menjadi satu trio yang sangat tangguh. Seperti pernyataan Lusy bahwa mereka bisa menjadi sangat solid karena mereka bertiga, kalau jalan sendiri-sendiri belum tentu bisa sukses. Ini terbukti dengan proyek solo mereka sebelumnya tidak terlalu terdengar gaungnya. Kekuatan vokal AB Three menjadi sangat kuat dengan terciptanya harmoni suara yang sempurna. Mereka memanfaatkan perbedaan rentang vokal masing-masing di mana Nola memilki rentang vokal sopran, Lusy dengan rentang vokal mezosopran dan Widi dengan rentang vokal alto.

Kemampuan menyanyi dan aksi panggung trio belia ini mulai diasah dipanggung Bagus & Bagus TVRI yang tayang setiap bulan. Dan pentas TVRI ini juga yang akhirnya berhasil melejitkan nama Denada, Eka Deli dan AB Three ke percaturan musik Indonesia.

AB Three adalah kelompok vokal yang tergolong unik. Tanpa pernah sebelumnya merilis album, nama mereka sudah cukup dikenal publik pecinta musik Indonesia. Pasalnya mereka adalah langganan juara festival menyanyi tingkat internasional dari Asia sampai Eropa. Secara komposisi vokal, AB Three memang sangat mumpuni . Ketiganya masing-masing memiliki warna vokal yang berbeda dan menjadi harmoni yang indah ketika dipadukan. Selain suara yang merdu, mereka juga memiliki aksi panggung yang cukup menarik. Hampir tidak ada atau jarang ditemukan sebelumnya kelompok vokal Indonesia yang mampu menyanyi sambil menari lincah di atas panggung. Meski kadang tarian AB Three terlihat rumit bahkan harus meloncat dan jingkrak-jingkrak, vokalnya tetap stabil. Dalam hal koreografi, AB Three senderung memiliki ciri khas dengan memadukan unsur tradisional Indonesia yang dipengaruhi oleh gerakan tari daerah dengan tarian modern. Saat menyanyikan lagu We Are One misalnya AB Three mengkombinasikan Salsa dengan tari dari daerah Papua dan Betawi. Jika anda terkagum-kagum melihat Beyonce mampu bernyanyi sambil menari dengan baik dengan memakai sepatu bertumit tinggi, percayalah AB Three sudah mampu melakukannya lebih dulu. Adalah Willy Puah yang sangat berjasa memoles koreografi dan aksi panggung AB Three sehingga ketika dipadu dengan harmonisasi vokal yang indah menjadi satu kesatuan yang solid di atas panggung.

Sebelum merilis album pertama, AB Three terlebih dahulu merilis album kompilasi bersama Najib Ali (persenter pria asal Singapura yang jago nge-rap). Pada album ini AB Three menyumbang tiga lagu antara lain Biar (ciptaan Johandy Yahya), Indahnya Cinta (ciptaan Yovie Widianto) dan Surat Undangan (lagu lawas ciptaan Titiek Puspa). Sementara single andalan adalah duet AB Three dengan Najib Ali pada lagu Nina Poni. Lewat album ini juga AB Three mulai mencuri perhatian industri musik Indonesia.

Tak heran saat merilis album pertama Cintailah Aku (1995), AB Three langsung mendapat sambutan hangat karena materi albumnya memang sudah cukup dikenal masyarakat dimana lagu-lagu dalam album tersebut adalah lagu yang sering mereka bawakan saat mengikuti festival internasional. Misalnya : Get Into The Heat (yang dulunya adalah lagu milik Atiek CB dengan judul Terserah Boy), Dream Of My Heart, We Are One dan Tak Kan Berhenti.

Prestasi AB Three di festival internasional antara lain : Juara 2 Golden Stag International Festival di Rumania 1994 (membawakan lagu Get Into The Heat), Grand Proze Maxfest International di Macedonia (membawakan lagu Dream Of My Heart), Juara 1 Azia Dauyzy Voice of Asia 1997 (membawakan lagu Tak Kan Berhenti), Juara 3 Midnight Sun Song Festival di Finlandia 1995 (membawakan lagu I Want You – versi bahasa Inggris dari lagu Tak Kan Berhenti), Grand Prize Indonesia International Song Festival 1995 (membawakan lagu We Are One) dan Distant Accrod Award 1997 (membawakan lagu Suaramu).

Popularitas yang menjulang tak pelak membuat AB Three didaulat menjadi bintang iklan. Tak tanggung-tanggung, produsen iklan yang tertaik dengan profil AB Three adalah kelas kakap seperti sabun kecantikan Lux, coklat Delfi, restoran Fast Food California Fried Chicken, jam tangan Baby G, dan lain-lain.

AB Three juga tergolong kelompok vokal yang lintas usia. Mereka bisa meraih penggemar dari rentang usia ABG sampai dewasa. Nola, Widi dan Lusy adalah penyanyi yang fasionable serta pintar menempatkan diri. Dihadapan penonton remaja, mereka tampil sangat lincah dan atraktif dengan kostum warna-warni cerah dengan busana cenderung seragam. Sementara ketika tampil dihadapan penonton dewasa, mereka tampak sangat anggun dengan gaun panjang feminin yang tetap tak menghalangi gerakan lincah mereka.

(Wikipedia.org)