Barack Hussein Obama II (lahir 4 Agustus 1961) adalah Presiden Amerika Serikat ke-44 yang merupakan orang Afrika Amerika pertama yang menempati jabatan tersebut.

Obama lahir pada tanggal 4 Agustus 1961 di Kapiʻolani Maternity & Gynecological Hospital (sekarang Kapiʻolani Medical Center for Women and Children) di Honolulu, Hawaii, dan menjadi Presiden pertama yang lahir di Hawaii. Ibunya, Stanley Ann Dunham, lahir di Wichita, Kansas, dan merupakan keturunan bangsa Inggris. Ayahnya, Barack Obama, Sr., adalah seorang anggota suku Luo dari Nyang’oma Kogelo, Kenya. Orang tua Obama bertemu pada tahun 1960 di kelas bahasa Rusia di University of Hawaiʻi at Mānoa, tempat ayahnya kuliah sebagai penerima beasiswa asing. Keduanya menikah di Wailuku, Maui, pada tanggal 2 Februari 1961, dan terpisah ketika ibu Obama pindah bersama putranya yang baru lahir ke Seattle, Washington, pada akhir Agustus 1961 agar bisa berkuliah di University of Washington selama satu tahun. Sementara itu, Obama, Sr. menyelesaikan program S1 ekonominya di Hawaii pada Juni 1962, kemudian mengikuti program S2 di Harvard University dengan beasiswa. Orang tua Obama bercerai pada bulan Maret 1964. Obama Sr. pulang ke Kenya tahun 1964, lalu menikah kembali; ia hanya sekali menjenguk Barack di Hawaii, yaitu pada tahun 1971. Ia meninggal dunia akibat kecelakaan lalu lintas tahun 1982.

Pada tahun 1963, Dunham bertemu Lolo Soetoro, seorang mahasiswa East–West Center asal Indonesia yang mengambil program S2 dalam bidang geografi di University of Hawaii. Mereka menikah di Molokai pada tanggal 15 Maret 1965. Setelah dua tahun perpanjangan visa J-1-nya, Lolo pulang ke Indonesia tahun 1966, diikuti istri dan putra tirinya 16 bulan kemudian pada tahun 1967. Mereka awalnya menetap di Menteng Dalam, Tebet, Jakarta Selatan, kemudian pindah ke permukiman elit di Menteng, Jakarta Tengah, pada tahun 1970.[17] Sejak usia 6 sampai 10 tahun, Obama bersekolah di Sekolah Katolik St. Fransiskus dari Assisi selama dua tahun dan Sekolah Dasar Besuki selama satu setengah tahun, ditambah pendidikan rumahan dengan bantuan Calvert School.

Pada tahun 1971, Obama kembali ke Honolulu untuk tinggal bersama orang tua ibunya, Madelyn dan Stanley Dunham, dan dengan bantuan beasiswa ia mengenyam pendidikan di Punahou School, sebuah sekolah persiapan perguruan tinggi, mulai kelas lima sampai lulus tahun 1979. Obama ringgal dengan ibu dan adiknya di Hawaii selama tiga tahun mulai 1972 sampai 1975, sementara ibunya menjalani program S2 antropologi di University of Hawaii. Ibu dan adiknya pulang ke Indonesia tahun 1975 untuk melaksanakan kerja lapangan antropologi, sementara Obama memilih untuk tetap tinggal di Hawaii bersama kakek neneknya agar bisa bersekolah di Punahou. Ibunya menghabiskan hampir dua dasawarsa di Indonesia, bercerai dengan Lolo tahun 1980 dan mendapatkan gelar PhD tahun 1992, sebelum meninggal dunia tahun 1995 di Hawaii pasca-pengobatan kanker ovarium dan kanker rahim.

Setelah SMA, Obama pindah ke Los Angeles tahun 1979 untuk menuntut ilmu di Occidental College. Pada bulan Februari 1981, ia berpidato di hadapan publik untuk pertama kalinya, meminta Occidental melakukan divestasi dari Afrika Selatan sebagai respon terhadap kebijakan apartheid di sana. Pada pertengahan 1981, Obama berkunjung ke Indonesia untuk menemui ibu dan adiknya, Maya, kemudian menemui keluarga teman-teman kuliahnya di Pakistan dan India selama tiga minggu.[29] Kemudian pada 1981, ia pindah ke Columbia University di New York City dan mendapatkan gelar dalam ilmu politik dengan kekhususan hubungan internasional dan lulus dengan gelar Bachelor of Arts pada tahun 1983. Ia bekerja selama satu tahun di Business International Corporation, kemudian di New York Public Interest Research Group.

Dua tahun setelah lulus, Obama bekerja sebagai direktur Developing Communities Project (DCP), sebuah organisasi masyarakat berbasis gereja yang awalnya terdiri dari 8 paroki Katoli Roseland, West Pullman, dan Riverdale di South Side, Chicago. Ia bekerja di sana sebagai penggerak masyarakat pada bulan Juni 1985 sampai Mei 1988. Ia membantu membuat program pelatihan kerja, program tutorial persiapan masuk perguruan tinggi, dan organisasi hak-hak penyewa di Altgeld Gardens. Obama juga bekerja sebagai konsultan dan instruktur untuk Gamaliel Foundation, sebuah institut penggerak masyarakat. Pada pertengahan 1988, untuk pertama kalinya ia berkunjung ke Eropa selama tiga minggu, lalu lima minggu di Kenya untuk bertemu dengan saudara-saudara ayahnya. Ia kembali berkunjung ke Kenya pada tahun 1992 bersama tunangannya, Michelle, dan adiknya, Auma. Obama datang lagi ke Kenya pada Agustus 2006 untuk mengunjungi tempat kelahiran ayahnya, yaitu sebuah desa dekat Kisumu di pedesaan barat Kenya.

Pada akhir 1988, Obama masuk Harvard Law School. Ia terpilih sebagai editor Harvard Law Review pada akhir tahun pertamanya, dan presiden jurnal pada tahun kedua. Sepanjang musim panas, ia pulang ke Chicago, lalu bekerja sebagai jaksa di firma hukum Sidley Austin tahun 1989 dan Hopkins & Sutter tahun 1990. Setelah lulus dengan gelar J.D. secara magna cum laude dari Harvar tahun 1991, ia pulang ke Chicago. Pemilihan Obama sebagai presiden Harvard Law Review berkulit hitam pertama menjadi perhatian media nasional dan berujung pada ditandatanganinya kontrak penerbitan buku karya Obama tentang hubungan antarras, yang berubah menjadi memoar pribadi. Buku karya Obama tersebut diterbitkan pada pertengahan 1995 dengan judul Dreams from My Father.

Pada tahun 1991, Obama menjabat sebagai Dosen Tamu Hukum dan Pemerintahan di University of Chicago Law School selama dua tahun sambil menyelesaikan buku pertamanya. Ia kemudian mengajar di University of Chicago Law School selama 12 tahun (sebagai Dosen pada 1992 sampai 1996 dan Dosen Senior pada 1996 sampai 2004), mengajarkan hukum konstitusi.

Mulai bulan April sampai Oktober 1992, Obama memimpin Project Vote di Illinois, yaitu kampanye registrasi pemilih dengan sepuluh staf dan 700 pendaftar sukarela; proyek ini berhasil mendaftarkan 150.000 dari 400.000 warga Afrika-Amerika tak terdaftar di negara bagian Illinois sampai-sampai Crain’s Chicago Business memasukkan Obama dalam daftar “40 under Forty” pada tahun 1993.

Tahun 1993, ia bergabung dengan Davis, Miner, Barnhill & Galland, sebuah firma hukum 13 jaksa yang bergerak di bidang litigasi hak-hak sipil dan pembangunan ekonomi masyarakat. Obama menjadi jaksa pembantu di sana pada tahun 1993 sampai 1996, kemudian of counsel tahun 1996 sampai 2004. Lisensi hukumnya tidak aktif lagi pada tahun 2007.

Sejak 1994 hingga 2002, Obama menjabat sebagai anggota dewan direktur Woods Fund of Chicago, yang pada 1985 menjadi yayasan pertama yang mendanai Developing Communities Project; dan dewan direktur Joyce Foundation. Ia menjabat sebagai anggota dewan direktur Chicago Annenberg Challenge mulai tahun 1995 sampai 2002, kemudian sebagai presiden pendiri dan ketua dewan direktur mulai tahun 1995 sampai 1999.

Obama terpilih sebagai anggota Senat Illinois pada tahun 1996, menggantikan Alice Palmer sebagai Senator dari Distrik ke-13 Illinois yang pada waktu itu mencakup permukiman South Side Chicago dari Hyde Park – Kenwood ke selatan hingga South Shore dan barat hingga Chicago Lawn. Setelah terpilih, Obama mendapat dukungan dari kedua partai untuk undang-undang reformasi hukum etika dan pelayanan kesehatan. Ia memperkenalkan hukum penambahan kredit pajak untuk pekerja berpenghasilan rendah, menegosiasikan reformasi kesejahteraan, dan mempromosikan peningkatan subsidi perawatan anak.[53] Tahun 2001, selaku ketua bersama Joint Committee on Administrative Rules, Obama mendukung peraturan pinjaman upah dan pemberian pinjaman gadai predator usulan Gubernur Ryan dari Partai Republik yang bertujuan menghindari penyitaan rumah.

Obama terpilih kembali sebagai Senator Illinois pada tahun 1998, mengalahkan Yesse Yehudah dari Partai Republik, lalu terpilih lagi pada tahun 2002. Tahun 2000, ia kalah dalam pemilu pendahuluan Demokrat untuk distrik kongres ke-1 Illinois di Dewan Perwakilan Rakyat Amerika Serikat. Pemilu tersebut dimenangkan oleh petahana Bobby Rush yang sudah menjabat empat kali dengan margin suara dua banding satu.

Pada Januari 2003, Obama menjadi ketua Komite Pelayanan Kesehatan dan Masyarakat Senat Illinois setelah Demokrat merebut kembali suara mayoritas pasca menjadi minoritas selama satu dasawarsa. Ia memperkenalkan dan memimpin pengesahan undang-undang dwipartai yang mengawasi pemrofilan ras dengan meminta polisi mencatat ras pengemudi yang mereka tahan, serta undang-undang yang menjadikan Illinois negara bagian pertama yang mewajibkan interogasi pelaku pembunuhan direkam. Selama kampanye pemilu Senat A.S. 2004, perwakilan polisi memuji Obama atas keterlibatan aktifnya bersama organisasi polisi dengan menerapkan reformasi hukuman mati. Obama mengundurkan diri dari Senat Illinois pada bulan november 2004 setelah terpilih menjadi anggota Senat Amerika Serikat.

Bulan Mei 2002, Obama mengadakan pemungutan suara untuk menilai prospeknya pada pemilu Senat A.S. 2004; ia membuat panitia kampanye, menggalang dana, dan bekerja sama dengan konsultan media politik David Axelrod pada Agustus 2002. Obama secara resmi mencalonkan diri pada bulan Januari 2003. Obama disumpah sebagai seorang senator pada tanggal 3 Januari 2005, dan menjadi satu-satunya anggota Senat dari Congressional Black Caucus.

Pada tanggal 10 Februari 2007, Obama menyatakan pencalonannya sebagai Presiden Amerika Serikat di depan gedung Old State Capitol di Springfield, Illinois. Pemilihan tempat pengumuman itu dianggap simbolis karena di situ Abraham Lincoln menyampaikan pidato bersejarahnya yang berjudul “House Divided” tahun 1858.[96][98] Obama menekankan isu pengakhiran Perang Irak secepat mungkin, meningkatkan kebebasan energi, dan menyediakan layanan kesehatan universal, dalam kampanye yang mengusung tema “harapan” dan “perubahan”.

Tanggal 23 Agustus, Obama mengumumkan penunjukan Senator Delaware Joe Biden sebagai pasangan kampanye sekaligus calon wakil presidennya.[103] Biden dipilih dari sejumlah calon yang meliputi mantan Gubernur Indiana dan Senator Evan Bayh dan Gubernur Virginia Tim Kaine.[104] Pada Konvensi Nasional Demokrat 2008 di Denver, Colorado, Hillary Clinton meminta para pendukungnya memilih Obama dan ia serta Bil Clinton menyampaikan pidato dukungan untuk Obama.

John McCain dicalonkan sebagai kandidat dari Partai Republik dan keduanya mengikuti tiga debat presiden pada bulan September dan Oktober 2008. Tanggal 4 November, Obama memenangkan pemilu dengan 365 suara elektoral dibandingkan dengan 173 suara yang diperoleh McCain. Obama memenangkan 52,9% suara rakyat dibandingkan dengan 45,7% yang diterima McCain. Ia menjadi orang Afrika Amerika pertama yang menduduki jabatan presiden.

Pada tanggal 4 April 2011, Obama mengumumkan kampanye pemilihannya kembali untuk pemilu 2012 dalam sebuah video berjudul “It Begins with Us” di situs webnya dan mengirim berkas pemilu ke Federal Election Commission. Sebagai presiden petahana, ia secara virtual tidak punya saingan pada pemilihan pendahuluan presiden Partai Demokrat, dan pada 3 April 2012, Obama berhasil mendapat dukungan dari 2778 delegasi konvensi yang dibutuhkan untuk memenangkan pencalonan Demokrat.

Pada Konvensi Nasional Demokrat 2012 di Charlotte, North Carolina, mantan Presiden Bill Clinton secara resmi mencalonkan Obama dan Joe Biden sebagai kandidat dari Partai Demokrat untuk menjadi presiden dan wakil presiden pada pemilihan umum mendatang, melawan Mitt Romney, mantan gubernur Massachusetts, dan Anggota DPR Paul Ryan dari Wisconsin dari Partai Republik.

Pada tanggal 6 November 2012, Obama memeroleh 332 suara elektoral, melebihi batas minimal 270 yang dibutuhkan agar bisa terpilih lagi sebagai presiden.[122][123][124] Dengan 51% suara rakyat, Obama menjadi presiden Demokrat pertama sejak Franklin D. Roosevelt yang dua kali mendapatkan mayoritas suara rakyat.

(Wikipedia.org)