Suara_Merdeka

Suara Merdeka adalah sebuah surat kabar yang terbit di Kota Semarang, Jawa Tengah, Indonesia. Harian ini memiliki sirkulasi terbatas pada area Jawa Tengah. Suara Merdeka merupakan surat kabar dengan pangsa pasar terbesar di Jawa Tengah.

Suara Merdeka didirikan oleh H. Hetami yang sekaligus menjadi pemimpin redaksi pada 11 Februari 1950. Ia dibantu oleh tiga wartawan, yaitu HR. Wahjoedi, Soelaiman, dan Retno Koestiyah. Pertama kali diterbitkan di kota Solo, koran ini mencetak 5000 eksemplar yang pada masa itu merupakan jumlah yang cukup besar untuk surat kabar lokal. Kemudian, Suara Merdeka mulai melebarkan daerah distribusinya ke Kudus dan Semarang untuk bersaing dengan surat kabar lokal lainnya, seperti Sin Min.

H. Hetami adalah wartawan senior Indonesia. Hetami menuntut ilmu di Rechts Hoge School (Sekolah Tinggi Kehakiman), kemudian pindah ke Faculteit der Letteren en Wijabegeerte (Fakultas Sastra dan Filsafat) di Jakarta. Hetami kemudian bergabung dengan surat kabar Sinar Baru, satu-satunya koran yang dibolehkan terbit oleh Pemerintah Jepang untuk daerah Jawa Tengah. Hetawimi kemudian menerbitkan Warta Indonesia yang akhirnya tutup. Hetami ikut dalam perjuangan kemerdekaan dan pernah ditangkap Belanda. Hetami pernah bergabung dengan Koran Merdeka milik B.M. Diah di Jakarta Hetami berhasil membeli surat kabar Soeloeh Rakjat yang semula dikelola Regerings Voorlichtingen Dienst (Jawatan Penerangan Pemerintah) dan sejak 12 Februari 1950 menjadi Suara Merdeka. Hetami menerima piagam tanda penghargaan dari pemerintah dari Menteri Penerangan Ali Murtopo atas dharma baktinya bagi perjuangan dan pembangunan nasional. Selain itu Hetami juga menerima penghargaan “Penegak Pers Pancasila” yang diberikan oleh Dewan Pers (1988).

Pada awalnya, harian Suara Merdeka belum memiliki percetakan sendiri sehingga mereka menumpang pada De Locomotief, koran bahasa Belanda yang dimiliki percetakan NV Handelsdrukkerij di Jalan Kepondang, Semarang. Sejak tahun 1956, harian Suara Merdeka yang biasanya terbit pada sore hari menjadi terbit pada pagi hari setelah H. Hetami mendapatkan mesin percetakan sendiri. Harian ini pun memiliki kantor sendiri di bekas kantor surat kabar Het Noorden yang telah diambil alih pemerintah Indonesia pada Maret 1963.

Pada 11 Februari 1982, Hetami menyerahkan kepemimpinan Suara Merdeka ke menantunya yang bernama Budi Santoso bersamaan dengan peresmian kantor baru dan percetakan Mascom Graphy di Semarang.

Ir. H. Budi Santoso (lahir di Yogyakarta, 28 Februari 1948), pernah menjadi anggota Dewan Perwakilan Daerah RI periode 2004-2009 untuk perwakilan Jawa Tengah. Dia adalah menantu H. Hetami yang merupakan pendiri Suara Merdeka. Budi Santoso mendirikan Budi Santoso Foundation yaitu organisasi nirlaba sebagai wahana untuk memberikan kontribusi dalam mewujudkan masyarakat Jawa Tengah yang sejahtera di bidang sosial, budaya, ekonomi, dan sektor pelayanan publik.

Sejak tahun 2010, harian Suara Merdeka dipimpin oleh Kukrit Suryo Wicaksono, anak sulung dari Budi Santoso.

Kukrit Suryo Wicaksono MBA (lahir di Semarang, 14 Juni 1975) adalah pengusaha Indonesia. Alumni dari SMA Negeri 3 Semarang ini adalah putra dari Ir H. Budi Santoso pemilik koran Suara Merdeka yang merupakan koran terbesar di Jawa Tengah. Kukrit telah dipercaya memimpin Suara Merdeka dan sukses dengan berbagai inovasi. Kukrit memiliki sejumlah perusahaan diantaranya Masscom Graphy dan Hotel Oak Tree Resort di Semarang. Kukrit juga menjabat sebagai Ketua Umum Kadin Jateng.

Suara_Merdeka

Pada awalnya, slogan harian Suara Merdeka adalah Harian Umum untuk Mempertinggi Ketahanan Revolusi Indonesia. Slogan tersebut kemudian diubah menjadi Independen, Objektif, tanpa Prasangka yang berarti berita yang ingin disajikan oleh surat kabar ini dibuat berdasarkan kepentingan umum, seimbang dan tidak pamrih, serta bebas dari opini pribadi wartawan penulisnya. Slogan tersebut kemudian diubah menjadi Perekat Komunitas Jawa Tengah yang mencerminkan posisi pemasaran surat kabar tersebut.

Di kota Surakarta, terbit edisi Suara Solo, dengan porsi berita eks-karesidenan Solo yang lebih banyak. Sementara itu, di kota Tegal, terbit edisi Suara Pantura dengan porsi berita kawasan Pantura (Brebes, Tegal, Pemalang, Pekalongan, dan Batang) yang lebih banyak.

Sedangkan untuk kota Salatiga dan sekitarnya terbit edisi Gerbang Metropolitan yang mewartakan berita Seputar Salatiga, Ambarawa, dan Kabupaten Semarang. Kemudian untuk pantura timur Jawa Tengah, terbit edisi berita Suara Muria yang membawahi Kudus, Pati, Jepara, Rembang, Blora dan Grobogan. Selain itu juga ada Suara Kedu untuk berita edisi kota Magelang, Temanggung, dan sekitarnya. Untuk wilayah Banyumas dan sekitarnya juga terbit edisi Suara Banyumas.

Suara Merdeka juga memiliki jaringan televisi yaitu SMNetwork yang bersatu siaran dengan tv-tv lokal dan TVKU Semarang.
(Wikipedia.org)