Stand Up Comedy Indonesia season 1 di Kompas TV disingkat SUCI 1 diselenggarakan pada tahun 2011.

Ryan_SUCI_1

Juara 1 adalah Ryan Adriandhy (lahir di Jakarta, 15 Juni 1990).
Ryan dikenal setelah menjuarai Stand Up Comedy Indonesia season 1 di Kompas TV tahun 2011, mengalahkan Insan Nur Akbar. Selepas acara tersebut, Ryan tampil dalam beberapa acara televisi. Diantaranya menjadi host Ala Ryan di Kompas TV dan menjadi co-host dari Stand Up Comedy Indonesia season 2 mendampingi Pandji Pragiwaksono. Ryan juga terlibat dalam serial mockumentary karya Raditya Dika yaitu Malam Minggu Miko.

Nur_Akbar_SUCI_1

Juara 2 adalah Insan Nur Akbar (lahir di Sidoarjo, 26 Juni 1977).
Sejak kuliah, ia sudah berhasrat ingin menjadi pelawak. Meski berhasrat jadi pelawak, ia tetap serius kuliah. Tak heran, kuliahnya di Sekolah Tinggi Ilmu Ekonomi (STIESIA), Surabaya jurusan ekonomi akuntansi ini tetap rampung dan meraih gelar Sarjana Ekonomi (SE). setelah menjadi Sarjana, ia tetap konsisten di jalur komedi. Setelah mengikuti audisi untuk mengisi salah satu program komedi di Jawa Pos Media Televisi (JTV) dan menang sebagai juara pertama, kondisi keuangan Akbar mulai meningkat sedikit. Bersama kelompok lawaknya bernama Kentrunk Fungky yang beranggotakan Risal, Wasis, Sugeng, Risal, dan Akbar, mereka mendapatkan honor tetap, yakni Rp 1 juta. Namun honor itu dibagi 3. Untuk pemusik Rp 400 ribu dan Rp 100 untuk lain-lain. Yang Rp 500 ribu untuk pemain. Di JTV, Akbar bersama Kentrunk Fungky ini mengisi program komedi yang konsepnya mirip dengan Opera Van Java. Acara berdurasi 1 jam ini bertahan selama 4 tahun, sejak 2000 sampai 2004. Lalu pada tahun 2005, Akbar mengikuti acara Meteor Kampus ANTV bersama dua rekannya Bunali dan Reynald yang tergabung dalam grup Kostrat. Selepas acara itu, Akbar kembali ke Surabaya dan ditawari program televisi, kali ini bersama Kostrat. Sering tampil di televisi, membuatnya sering menerima order MC. Pada saat vakum melawak, ia terus menjadi MC dari satu panggung ke panggung lain. Puncaknya pada tahun 2011, ia mengikuti audisi Stand Up Comedy Indonesia Kompas TV, dan berhasil lolos bersama 13 peserta lainnya. Akbar berhasil melaju ke grand final, meskipun akhirnya memperoleh peringkat kedua karena kalah dari Ryan Adriandhy. Saat ini, Akbar masih rutin menerima tawaran tampil di berbagai acara, baik sebagai MC maupun sebagai pelawak tunggal.

Ernest_P_SUCI_1

Juara 3 adalah Ernest Prakasa (lahir 29 Januari 1982).
Ia dikenal sejak meraih peringkat ketiga dalam acara Stand Up Comedy Indonesia (SUCI) pada 2011 dan juga dikenal sebagai seorang komedian Tionghoa-Indonesia yang sering menjadikan kehidupan etnisnya sebagai materi komedi tunggal.

Awal karier Ernest adalah di industri musik, yakni dengan bergabung bersama Universal Music. Ia lalu melanjutkan kiprahnya di Sony Music. Nyaris enam tahun berkutat di industri musik, Ernest mendaftarkan diri ke program televisi Kompas TV, yakni Stand Up Comedy Indonesia. Ia berhasil lolos audisi dan terpilih menjadi satu dari tiga belas finalis dari seluruh Indonesia, dan meraih peringkat ketiga dalam kompetisi tersebut. Ernest akhirnya memutuskan diri untuk terjun dan menekuni profesi pelawak tunggal secara penuh. Bersama Raditya Dika, Pandji Pragiwaksono, Isman H. Suryaman dan Ryan Adriandhy, Ernest mendirikan Stand Up Indo, sebuah komunitas pelawak tunggal pertama di Indonesia, yang hingga kini telah memiliki sub-komunitas di lebih dari 15 provinsi, dan dianggap sebagai salah satu perintis budaya komedi tunggal di Indonesia.

Ernest telah melakukan sebuah tur komedi tunggal pada 2012, dan ia merupakan komedian pertama Indonesia yang melakukan hal itu. Tur tersebut dinamai Merem Melek, menjelajah 11 kota dari Bandung, Semarang, Solo, Denpasar, Malang, Surabaya, Makassar, Kendari, Samarinda, hingga Palangkaraya, dan ditutup di Gedung Kesenian Jakarta pada 10 Juli 2012. Ia juga pernah menggelar sebuh pertunjukan komedi tunggal khusus bersama para komedian dari etnis Tionghoa-Indonesia, berjudul Ernest Prakasa & The Oriental Bandits yang digelar di Gedung Kesenian Jakarta pada 9 Februari 2013, sehari sebelum perayaan Imlek.

Di bulan November 2013, ia melakukan tur keduanya yang diberi judul Illucinati, menyambangi 17 kota yakni Makassar, Samarinda, Balikpapan, Banjarmasin, Banda Aceh, Semarang, Solo, Jogjakarta, Padang, Depok, Bandung, Bogor, Malang, Sidoarjo, Surabaya, Denpasar, dan ditutup kembali di Gedung Kesenian Jakarta pada tanggal 25 Januari 2014. Acara puncak ini menorehkan rekor sebagai komedi tunggal spesial pertama di Indonesia yang digelar sebanyak tiga kali pertunjukan dalam satu hari.
(Wikipedia.org)