Stand-Up Comedy Indonesia Season 5 diselenggarakan oleh Kompas TV pada tahun 2015. Babak grand final digelar di di Balai Kartini, Jakarta, Jumat (3/7/2015).

Babak Grand Final SUCI 5 itu sendiri menjadi babak pamungkas SUCI pertama yang melibatkan tiga orang finalis. Pada empat gelaran sebelumnya, hanya ada dua finalis yang tampil di babak penentuan juara.

Rigen-Suci5

Juara Pertama : Rigen

Muhammad Rizki Rakelna atau yang dikenal dengan Rigen (lahir di Surabaya, Jawa Timur, Indonesia, 19 November 1991) adalah seorang pelawak tunggal berkebangsaan Indonesia. Rigen adalah juara Stand Up Comedy Indonesia Kompas TV musim ke-5 (SUCI 5) tahun 2015, di mana ia lolos melalui audisi di Surabaya, dan menjadi satu dari 16 finalis yang berhasil lolos ke putaran final SUCI 5. Meskipun menjadi perwakilan komunitas Stand Up Indo Jakarta Barat bersama tiga temannya, Afif, Indra, dan Dicky dalam kompetisi, Rigen sendiri berasal dari Bima, Nusa Tenggara Barat. Rigen selama kompetisi menonjolkan kekhasannya sebagai orang Bima melalui kemampuan story telling nya dan terkenal dengan personanya yang terkesan emosional ketika tampil ber stand up comedy.

Komika dari Bima, Nusa Tenggara Barat, Rigen, dikukuhkan sebagai juara I kompetisi Stand Up Comedy Indonesia Season 5 (SUCI) yang digelar oleh KompasTV. Rigen berhasil menyisihkan Rahmet asal Jakarta yang akhirnya mendapat juara II serta Indra Frimawan yang menduduki juara III setelah melalui tiga babak yang mengadu teknik serta mental mereka dalam memberikan lelucon-lelucon menyegarkan di babak Grand Final SUCI 5.

Lahir di Surabaya, anak sulung dari lima bersaudara ini menghabiskan masa kecilnya hingga menamatkan sekolah dasar di Jakarta, lalu pindah ke Bima yang merupakan kampung halamannya untuk melanjutkan sekolah. Nama Rigen sendiri merupakan kependekan dari Rizki Gendut yang diberikan oleh satpam di sekolahnya karena kebetulan di sekolahnya banyak yang bernama Rizki, agar bisa membedakannya dengan Rizki yang lain. Di Bima, Rigen selayaknya pemuda di Bima pada umumnya dididik keras untuk mandiri serta menggemari pacuan kuda yang menjadi tradisi di Sumbawa. Setelah menamatkan SMA, dirinya kembali ke Jakarta untuk berkuliah. Rigen saat ini masih tercatat sebagai mahasiswa STT PLN Jakarta angkatan 2010.

Awal mula Rigen tertarik dengan stand up comedy adalah di tahun 2012 ketika seorang teman kost nya mendaftarkan dirinya untuk ikut suatu kompetisi stand up comedy di kampusnya. Rigen yang kala itu masih belum begitu mengenal stand up comedy terpaksa tampil dan hasilnya malah garing. Penasaran setelah penampilan pertamanya ini, Rigen mulai tertarik menggeluti stand up comedy dan bergabung dengan komunitas Stand Up Indo Jakarta Barat di tahun yang sama. Selain bisa berlatih, Rigen juga menemukan teman baru dan mulai sering open mic berkeliling Jabodetabek bersama teman-teman komunitasnya. Hingga di tahun 2014 Rigen bersama beberapa teman komunitasnya mengikuti Street Comedy IV di Senayan, namun hanya menjadi semi finalis.

Tahun berikutnya, mengikuti kesuksesan komunitas Stand Up Indo Jakarta Barat yang menjadi grand finalis Liga Komunitas Stand Up yang diadakan Kompas TV, Rigen mengikuti audisi Stand Up Comedy Indonesia season 5 (SUCI 5) yang juga diadakan Kompas TV. Rigen bersama dua temannya, Afif Syafi’i dan Erwin jauh-jauh ke Surabaya dari Jakarta untuk mengikuti audisi ini, meskipun audisi juga akan dibuka di Jakarta nantinya. Hasilnya Rigen dan Afif berhasil lolos ke babak selanjutnya, menyisakan Erwin yang belum berhasil lolos. Langkah Rigen terus berlanjut hingga menjadi salah satu dari 16 finalis SUCI 5.

Di kompetisi SUCI 5, Rigen dikenal dengan kemampuan story telling nya dan terkenal dengan personanya yang terkesan emosional seperti sedang marah ketika tampil ber stand up comedy, tetapi tetap mengundang tawa. Rigen yang selain membawa nama komunitasnya Stand Up Indo Jakarta Barat dan Bima kota asalnya, secara tidak langsung juga membawa nama Indonesia Timur seperti dua pendahulunya di dua SUCI sebelumnya, Arie Kriting dan Abdurrahim Arsyad. Selain itu, Rigen juga memiliki suara yang bagus sehingga di beberapa kali penampilanya ia menyanyikan beberapa bait lagu untuk memperkuat materi komedinya. Tak disangka Rigen mampu tampil konsisten dan menembus grand final SUCI 5 yang kali ini untuk pertama kalinya menghadirkan tiga finalis tersisa untuk memperebutkan juara, yang membuatnya dilabeli Kuda Hitam. Rigen di grand final bersaing dengan teman sekomunitasnya, Indra Frimawan, dan Rahmet Hidayat yang berasal dari Stand Up Indo Jakarta Timur. Rigen yang diprediksi hanya menjadi juara 3 mampu tampil lepas dan maksimal sehingga ia dinobatkan menjadi Juara SUCI 5, yang membuatnya memecahkan rekor Arie dan Abdur sebagai wakil Indonesia Timur pertama yang berhasil menjuarai SUCI Kompas TV



Rahmet-Suci5

Juara Kedua : Rahmet

Rahmat HIdayat atau yang lebih akrab di panggil Rahmet adalah pelawak tunggal Indonesia. Saat mengikuti Stand Up Comedy Indonesia Kompas TV musim ke-5 (SUCI 5) dia lulusan dari salah satu sekolah STM di Cibubur, Jakarta (setara dengan SMA). Di setiap lawakannya dia selalu tidak ketinggalan membawakan materi tentang anak STM.

Di babak grand final tersebut, aturan main dibagi dalam tiga babak di mana setiap peserta harus mampu menunjukkan teknik dan kemampuan menyampaikan materi komedi mereka. Sementara pada babak sketsa komedi, finalis dari Jakarta, Rahmet, dalam materi komedinya sesumbar bahwa dirinya pasti juara I jika pemenang ditentukan melalui polling SMS.

“Kalau aturan menangnya pakai SMS, gue pasti menang. Misalnya nih ya kalau pemenang ditentukan lewat polling SMS. Si Rigen mah paling yang SMS orang Bima doang, sedikit. Kalau Indra ya dia didukung sama plastik dan batu, enggak ada yang SMS. Nah, kalau gue didukung anak STM se-Indonesia,” kata Rahmet yang mengidentifikasikan dirinya sebagai perwakilan pelajar STM diikuti tawa keras penonton yang hadir di acara taping Grand Final SUCI 5 yang digelar di Balai Kartini, Jakarta Selatan, Jumat (3/7/2015).

“Di Twitter aja udah ada yang nanya, ‘Kapan nih bang tawuran di Selat Sunda?,” imbuh Rahmet yang membuat penonton semakin keras tertawa.

Setelah itu, Rahmet mengaku turut mengilhami pelajar SMP untuk melanjutkan pendidikan STM. “Semenjak saya ikut kompetisi ini, banyak anak SMP yang tertarik untuk masuk STM,” tuturnya membuat penonton tertawa sekaligus memberi tepuk tangan yang meriah.

Indra-Suci5

Juara ketiga : Indra

Indra Frimawan (lahir di Jakarta, Indonesia, 13 Mei 1991) adalah seorang pelawak tunggal Indonesia. Indra tergabung dalam komunitas Stand Up Indo Jakarta Barat sejak tahun 2012. Indra adalah peserta Liga Komunitas Stand Up Kompas TV bersama komunitasnya, Stand Up Indo Jakarta Barat. Dalam kompetisi ini, dia berhasil mencapai babak grand final. Setelah itu, Indra juga menjadi salah satu kontestan Stand Up Comedy Indonesia Kompas TV musim kelima (SUCI 5) tahun 2015. Komedi yang dibawakan Indra bertipe one liner, yakni cukup sepatah-dua patah frase yang diucapkan tapi mampu mengundang gelak tawa.

Indra sejak 2012 sudah aktif open mic bersama komunitasnya dan sering diundang tampil stand up comedy di salah satu TV swasta. Namanya mulai dikenal ketika membawa tim komunitas Stand Up Indo Jakarta Barat mencapai grand final Liga Komunitas Stand Up yang diadakan oleh Kompas TV tahun 2014. Namun Indra bersama tiga temannya, Erwin, Kikoy, dan Dicky harus puas menjadi runner up karena kalah poin dari Stand Up Indo Medan. Meskipun begitu, Indra tidak patah semangat dan di tahun 2015 Indra berhasil lolos sebagai salah satu finalis Stand Up Comedy Indonesia Kompas TV season 5 atau SUCI 5. Dalam kompetisi tersebut, Indra juga berkompetisi dengan tiga teman satu komunitasnya yaitu Dicky, Afif, dan Rigen. Selain pembawaan materinya yang absurd, terkadang Indra menampilkan beberapa trik sulap sederhana seperti sulap kartu dan kipas salju.

Indra Frimawan membawakan tipe komedi one liner yang artinya cukup sepatah dua patah frase yang diucapkan sudah mampu mengundang tawa, serta didukung gaya deadpan atau wajah tanpa ekspresi nya. Karena untuk materi bertipe one liner, penulisan materinya membutuhkan perhatian lebih. Karena kelebihannya ini, materi Indra bisa dibilang absurd dan tak dapat ditebak seperti halnya Kemal Pahlevi dan Fico Fachriza.
(Wikipedia.org)



Lazada Indonesia