Lazada Indonesia

Patrio adalah grup lawak Indonesia yang namanya merupakan singkatan dari ketiga anggotanya: Parto, Akri, dan Eko Patrio.

Grup ini berdiri pada tanggal berdiri 10 November 1994. Mereka pertama mencapai ketenaran nasional lewat acara televisi Ngelaba di stasiun TPI (kini MNCTV). Setelah nama mereka populer, masing-masing anggota sering mendapat pekerjaan untuk manggung sendiri-sendiri. Meski demikian, mereka tetap berkomitmen untuk Patrio.

Eksistensi mereka juga diwarnai atas keberhasilan trio pengocok perut ini mempertahankan Ngelaba sebagai top program komedi selama 13 tahun. Atas prestasi ini MURI (Museum Rekor Indonesia) memasukkan nama Patrio dalam buku rekornya.

Pada tahun 2008, grup ini membuat acara komedi terbaru setelah acara Ngelaba yang dipertahankan selama 13 tahun, yaitu Sensasi yang masuk kedalam televisi swasta pada tahun 2008. Sayangnya komedi ini hanya bisa bertahan selama 2 tahun daripada acara Ngelaba yang dipertahankan dengan perbedaan 11 tahun lamanya.

Parto_Patrio

1). Parto
Eddy Soepono (lahir di Jakarta, 17 April 1961) lebih dikenal sebagai Parto Patrio salah satu anggota grup trio lawak Patrio dan sekarang menjadi salah satu pengisi acara utama Opera Van Java.

Bersama kedua rekan penyiar di Radio SK (Suara Kejayaan), Akri dan Eko, mereka mendirikan grup lawak Patrio tanggal 10 Oktober 1994.

Setelah nama mereka populer, masing-masing anggota sering mendapat pekerjaan untuk manggung sendiri-sendiri. Meski demikian, mereka tetap berkomitmen untuk Patrio. Selain sering muncul di acara dengan tema lawak, Parto juga pernah mendukung beberapa sinetron komedi, di antaranya sinetron Oke-Oke Bos. Tahun 2009, bermain di sitkom OKB dan Opera Van Java di Trans 7. Di Opera Van Java berperan sebagai dalang, kasus senjata apinya kadang dijadikan lawakan di OVJ dan dia sering diidentikan dengan Nazril Irham.

Parto menikah dengan Ida Murwani. Dari pernikahan ini, Parto mempunyai 3 orang anak. Tahun 2001, Parto menikah lagi dengan seorang artis pendatang baru, Dina Risty. Dari istri kedua, Parto mempunyai seorang anak.

Akri_Patio

2). Akri
Muhammad Akrie Falaq (biasa dikenal dengan nama Akrie/Akri; lahir 4 Mei 1969) adalah pelawak dan aktor Indonesia. Akri mulai dikenal sejak bergabung bersama Eko dan Parto tergabung dengan kelompok lawak Patrio.

Sebelumnya, lulusan Uhamka (Universitas Muhammadiyah Prof. Dr. HAMKA), Jakarta, Fakultas Sastra dan Seni Bahasa Indonesia ini menjadi penyiar di Radio SK. Di sana pula dirinya bertemu dengan Eko dan Parto dan mendirikan Patrio pada tahun 1994. Selain tampil melawak bersama Patrio, Ia juga tampil dalam beberapa sinetron.

Akri Patrio mulai alih profesi sebagai ustadz sejak jarang muncul di layar kaca. Ia mengaku tertarik dengan dunia dakwah sejak membintangi sinetron PARA PENCARI TUHAN selama hampir lima tahun berturut-turut.

Eko_Patrio

3). Eko
Eko Hendro Purnomo atau Eko Patrio (lahir di Jakarta, 30 Desember 1970) adalah Pelawak sekaligus menjadi seorang politikus berkebangaan Indonesia. Namanya dikenal sebagai anggota Dewan Perwakilan Rakyat Indonesia dari Fraksi Partai Amanat Nasional yang terpilih selama dua periode (2009-2014 dan 2014-2019). Sebelum menjadi anggota DPR RI, Eko adalah pelawak yang tergabung dalam kelompok bernama Patrio.

Eko Patrio dilahirkan dari pasangan ayah Sumarsono Mulyo dan Sumini. Ketika masih SMA, dia membentuk kelompok lawak Seboel, singkatan dari Sekelompok Bocah Eling, bersama Jejen dan Tejo. Mereka memenangi sebuah lomba lawak yang diadakan oleh Radio Suara Kejayaan. Saat menjadi penyiar radio, ia berkenalan dengan Miing atau Dedi Gumelar dari kelompok Bagito, ketiga anggota Warkop DKI (Dono, Kasino, Indro), Ulfa Dwiyanti, Akri, dan Parto.

Setelah itu Tejo dan Jejen digantikan oleh Taufik Savalas dan Akri. Setelah Taufik keluar, kelompok Seboel dibubarkan dan Eko masuk Institut Ilmu Sosial dan Ilmu Politik Jakarta untuk menuntut ilmu. Ketika ia lulus kuliah, ia kembali membentuk kelompok lawak baru bernama Patrio bersama Akri dan Parto. Kelompok ini kemudian muncul di Televisi Pendidikan Indonesia dengan acara Ngelaba, dan mulai terkenal.

Eko menikah dengan aktris Viona Rosalina pada 12 Oktober 2001. Dari perkawinan mereka dikaruniai tiga orang anak, masing-masing Syawal Adrevi Putra Purnomo, Naila Ayu, dan Cannavaro Adrevi Putra Purnomo.

Pada tahun 2009 melalui PAN, Eko menjadi Caleg nomor urut satu (1) untuk daerah pemilihan Jawa Timur 8, yang mencakup Kabupaten Nganjuk, daerah kelahiran orang tuanya. Pada pemilu legislatif 2014, Eko maju sebagai calon legislatif DPR dapil Jawa Timur VIII, ia pun lolos ke Senayan dan menjadi anggota DPR periode 2014-2019 dengan perolehan suara 69.301 suara.
(Wikipedia.org)