Indonesian Idol musim ketiga diselenggarakan pada tahun 2006 dan ditanyangkan oleh stasiun televisi RCTI. Terpilih 12 orang finalis dengan album kompilasi Tribute To Tonny Koeswoyo dengan lagu andalan Nusantara.

Ihsan mengalahkan Dirly dalam perolehan voting dan menobatkannya sebagai pemenang Indonesian Idol dimusim ketiga, dengan lagu kemenangan Kemenangan Hati karya dari Yovie Widianto. Namun lagu tersebut akhirnya dinyanyikan oleh Dirly dan Gea di albumnya Yovie. Di musim ketiga ini, Irgy Ahmad Fahrezi selaku pembawa acara idol dari musim pertama digantikan pembawa acara baru yang akan menemani Ata. Yaitu Daniel Mananta. Pada musim ini, posisi Meuthia Kasim sebagai juri digantikan oleh Indy Barends.

Ihsan

Juara pertama : Ihsan

Muhamad Ihsan Tarore atau yang biasa hanya disebut Ihsan, (lahir di Medan, 20 Agustus 1989) sulung dari 3 bersaudara anak pasangan Kusnadi dan Endang Susilawati merupakan pemenang Indonesian Idol musim ketiga. Ihsan adalah kontestan yang berasal dari Medan. Ihsan memenangkan kontes ini pada saat umurnya masih 17 tahun. Media banyak mengekspos latar belakang keluarga Ihsan yang sederhana sejak audisi pertama. Ihsan adalah seorang Muslim. Ia merupakan pemenang termuda sepanjang sejarah Indonesia Idol.

Dirly

Juara kedua : Dirly

Dearly Dave Sompie atau Dirly (lahir di Manado, Sulawesi Utara, 10 Desember 1989) adalah runner-up Indonesian Idol 3 (2006). Dirly The Manado Baby adalah finalis Indonesian Idol termuda asal Manado yang masih duduk di bangku SMU saat mengikuti audisi Indonesian Idol. Sejak kecil, bakat menyanyi Dirly sudah terlihat. Waktu kelas 5 SD, dia menjadi pemenang lomba Bintang Vokalia se-Sulawesi Utara. Dirly adalah seorang nasrani.

Kehadiran Dirly di ajang Indonesian Idol musim ketiga ini sempat menimbulkan kontroversi. Banyak pihak yang menganggap bahwa Dirly dapat bertahan hanya karena tampangnya yang menarik.

Penampilannya di babak Workshop kerap menjadi bulan-bulanan komentar juri. Berkat semangat pantang menyerah dan percaya diri serta keberuntungan yang menyertainya, Dirly tetap bertahan di Spektakuler Show Indonesian Idol. Penampilannya di babak workshop dinilai juri terlalu buruk untuk terus melaju ke babak selanjutnya. Di babak spektakuler Dirly kembali menuai kritikan. Banyak orang menilai bahwa Dirly hanyalah seorang remaja yang mengandalkan tampang kerennya saja. Dirly pun sering menjadi bulan-bulanan para juri. Hanya Titi Dj yang tampaknya melihat adanya bakat pada sosok Dirly ini. Akan tetapi segala kritikan dan cemooh itu tak membuat Dirly menyerah. Dirly terus berusaha memberikan yang terbaik untuk para pendukungnya.

Dari minggu ke minggu Dirly memperlihatkan perkembangan yang nyata. Dirly mulai mencuri perhatian di babak 7 besar saat membawakan lagu Kisah Cintaku (Chrisye). Dengan kemajuan vokalnya yang luar biasa, Dirly berhasil mengubah prediksi para juri dari Dirly yang selalu diprediksi akan tersisih berbalik diunggulkan untuk maju ke babak final. Oleh Indra Lesmana, ketua dewan juri Indonesian Idol, peningkatan Dirly selama ajang Indonesian Idol 3 berlangsung ini dinilai fenomenal. Menjelang babak Grand Final, juri-juri menjagokan Dirly keluar sebagai pemenang.

Pujian demi pujian pun mulai mengalir dari para Juri. Perkembangan Dirly dinilai sangat pesat. Bahkan Indra Lesmana menilai Dirly sebagai sosok yang fenomenal. Dengan kemampuan vokal, penghayatan lagu, dan packaging yang menarik, Dirly pun melaju ke babak Grand Final.

Di babak Grand Final, Dirly tampil menyanyikan 3 lagu, dan kembali tampil memukau. Semua juri memuji Dirly di semua lagu yang dinyanyikannya dan menjagokan Dirly keluar sebagai pemenang. Meskipun demikian, ternyata Dirly kalah dalam perolehan polling dari Muhammad Ihsan Tarore yang membuat Dirly hanya menjadi runner up Indonesian Idol 3.Walaupun di babak Grand Final Dirly menerima pujian juri atas penampilannya yang memukau.
(Wikipedia)