HarryPotterAndThePhilosophersStone

Harry Potter dan Batu Bertuah atau Harry Potter and the Philosopher’s Stone (di Amerika Serikat, Pakistan, Sri Lanka dan India dikenal dengan judul Harry Potter and the Sorcerer’s Stone) adalah sebuah film yang sangat sukses pada tahun 2001 yang diangkat dari novel fantasi J. K. Rowling dengan judul yang sama. Seorang agen Warner Brothers membeli hak cipta film ini dengan harga yang relatif murah, sebelum bukunya meledak di pasaran. Film ini dibuat di Studio Film Leavesden dan dirilis pada tahun 2001. Buku kedua, ketiga dan keempat juga telah diadaptasi ke dalam film. Rencananya petualangan Harry Potter akan berakhir di buku ketujuh, demikian juga filmnya. Film ini meraih pendapatan sebesar 950 juta dolar di seluruh dunia (berada di tempat ketiga film terlaris sepanjang masa setelah Titanic dan The Lord Of The Rings: The Return Of The Kings dan menerima 3 nominasi Oscar.

J.K. Rowling bersikeras semua pemain haruslah orang Inggris, supaya film ini tetap bernuansa Inggris, seperti bukunya. Ada perkecualian adanya orang Irlandia yaitu karakter Seamus Finnigan (Devon Murray) dan Professor Albus Dumbledore (Richard Harris), serta Madam Hooch (Zoe Wanamaker, yang kelahiran Amerika).

Sinopsis :

Harry Potter adalah seorang anak yang tampaknya biasa, hidup dengan keluarga yang berhubungan darah dengan-nya, keluarga Dursley di Surrey. Pada ulang tahunnya yang kesebelas, Harry mengetahui dari seorang asing misterius, Rubeus Hagrid, bahwa ia sebenarnya seorang penyihir, terkenal di Dunia sihir karena dapat bertahan dari serangan Lord Voldemort yang jahat ketika Harry masih bayi. Voldemort membunuh orangtua Harry, tetapi serangan kepada Harry gagal dilakukan, kejadian tersebut menyisakan bekas luka petir di dahi Harry dan membuat Voldemort tewas. Hagrid mengungkapkan kepada Harry bahwa ia telah diundang untuk bersekolah di Hogwarts, sebuah Sekolah Sihir. Setelah membeli perlengkapan sekolahnya di Diagon Alley, harry berangkat dengan menggunakan kereta ke Hogwarts melalui Platform 9 ¾ yang tersembunyi di Cross Station king.

Di kereta, Harry bertemu dengan Ronald Weasley, anak dari keluarga penyihir tapi bukan penyihir darah-murni(bukan 100% orang tua penyihir), dan Hermione Granger, seorang penyihir yang lahir dari orang tua Muggle (bukan penyihir). Begitu mereka tiba di sekolah, Harry dan semua siswa tahun pertama yang lain dibagi ke dalam empat kelompok asrama yang berbeda: Gryffindor, Hufflepuff, Ravenclaw, dan Slytherin. Slytherin terkenal karena menjadi kelompok sihir hitam dan penyihir jahat, Harry berhasil meyakinkan Topi Seleksi yang ajaib untuk tidak menempatkannya di Slytherin. Dia ditempatkan di Gryffindor, bersama dengan Ron dan Hermione.

Di Hogwarts, Harry mulai belajar sihir dan juga menemukan lebih banyak tentang masa lalunya dan orang tuanya. Harry diikutkan dalam tim Gryffindor dalam perlombaan Quidditch (perlombaan dengan menggunakan sapu terbang) dan menjadi seorang Seeker. Ia juga akhirnya mengetahui bahwa ayahnya adalah seorang Seeker.

Suatu malam, Harry, Ron, dan Hermione menemukan anjing berkepala tiga raksasa di Koridor Terlarang di lantai tiga sekolah. Mereka berhasil melarikan diri dari Troll raksasa dan setelah Harry hampir terlempar dari sapunya karena sihir kuat dari seseorang dalam salah satu pertandingan Quidditch, Mereka menganggap bahwa seseorang sedang mencoba untuk melewati anjing tersebut. Harry menemukan Cermin Tarsah yang dapat menunjukkan keinginan hati seseorang. Kepala sekolah Albus Dumbledore memindahkan cermin itu dan menyarankan Harry untuk tidak mencarinya lagi. Dengan menggunakan informasi dari Hagrid yang mengucapkannya tanpa sengaja, Hermione menemukan bahwa anjing itu menjaga Batu Bertuah, sebuah batu yang dapat digunakan untuk memberikan hidup abadi kepada pemiliknya. Harry menyimpulkan bahwa guru ramuannya, Severus Snape, mencoba untuk mendapatkan batu tersebut. Harry tertangkap ketika ia keluar dari asrama pada malam hari dan ia ditahan. Ketika membantu Hagrid di hutan gelap, ia melihat sosok berkerudung meminum darah unicorn untuk penyembuhan. Harry menyimpulkan bahwa sosok berkerudung itu adalah Voldemort dan ia juga menyimpulkan bahwa Snape sedang mencoba untuk mendapatkan batu bertuah tersebut untuk mengembalikan Voldemort dengan kekuatan penuh.

Setelah mendengar dari Hagrid bahwa anjing akan tertidur jika dimainkan musik dan ketika ia kelepasan berbicara tentang hal tersebut kepada seorang pria di bar lokal pada suatu malam, Harry, Ron, dan Hermione mengambi kesimpulan bahwa Snape adalah orang di bar itu dan berusaha untuk memperingatkan Dumbledore. Setelah mengetahui Snape pergi untuk urusan bisnis mereka menyimpulkan bahwa ia akan mencoba untuk mencuri batu malam itu dan memutuskan untuk menemukan batu itu sebelum Snape menemukannya lebih dulu.

Mereka menghadapi serangkaian hambatan seperti: selamat dari tanaman mematikan, terbang untuk menemukan kuci terbang itu dengan sengit, dan memenangkan pertandingan catur yang mempunyai biji catur sebesar manusia. Trio itu menggunakan keahlian mereka untuk mengatasi berbagai rintangan. Hermione menggunakan pengetahuannya tentang mantra untuk melewati tanaman tersebut, Harry menggunakan keterampilan sebagai Seeker untuk mendapatkan kunci terbang itu, dan Ron menggunakan keterampilannya bermain catur untuk memenangkan pertandingan catur. Namun, Ron hampir terbunuh dalam pertandingan tersebut dan Hermione bersama Ron tinggal di tempat pertandingan sedangkan Harry berjalan ke ruang selanjutnya.

Di ruang terakhir, Harry menemukan bahwa tenyata bukan Snape yang menginginkan batu tersebut, tetapi guru Pertahanan terhadap Ilmu Hitam, Profesor Quirrell. Quirrell mengungkapkan bahwa ia yang membebaskan troll itu dan mencoba membunuh Harry dalam pertandingan Quidditch. Dia juga mengungkapkan bahwa Snapelah yang telah melindungi Harry dan mencoba menghentikan Quirrell sepanjang tahun. Karena sesuatu hal yang dilakukan oleh Dumbledore, Harry menemukan batu itu di sakunya setelah melihat dirinya di dekat Cermin Tarsah . Ketika Quirrell mencoba untuk menangkap Harry untuk mendapatkan jawaban dari Harry tentang apa yang dilihatnya pada cermin itu, Quirrell membuka sorbannya dan terlihat bahwa Voldemort tinggal di bagian belakang kepalanya. Harry mencoba untuk melarikan diri tetapi Quirrell mengeluarkan api dengan cara menjentikkan jari-jarinya untuk menjebak dia. Voldemort mencoba untuk meyakinkan Harry untuk memberinya batu tersebut dengan menjanjikan untuk menghidupkan orangtuanya kembali dari kematian, tapi Harry menolak. Quirrell mencoba untuk membunuhnya tetapi sentuhan Harry mencegah Quirrell untuk menyakiti Harry dan menyebabkan tangannya menjadi debu. Quirrell kemudian mencoba untuk mengambil batu itu tetapi Harry memegang wajahnya, sehingga Quirrell berubah menjadi debu dan mati. Ketika Harry mencoba untuk berdiri, roh Voldemort melewati Harry dan menjatuhkannya hingga Harry menjadi pingsan sebelum menghilang.

Harry menemukan dirinya di rumah sakit sekolah dengan Profesor Dumbledore di sisinya. Dumbledore menjelaskan bahwa batu tersebut telah dimusnahkan, dan juga memberitahukan bahwa Hermione dan Ron baik-baik saja. Quirrell terbakar ketika menyentuh Harry karena, ketika ibu Harry meninggal ketika menyelamatkannya, kematiannya memberi Harry sebuah kekuatan, yaitu kekuatan cinta untuk melindungi Harry dari Voldemort. Pada pesta akhir tahun, Dumbledore memberikan poin asrama pada menit-menit terakhir kepada Harry, Ron, Hermione, dan Neville karena keberanian dan kecerdasan mereka, sehingga Gryffindor memenangkan Piala Asrama. Sebelum Harry dan seluruh siswa berangkat meninggalkan Hogwarts untuk liburan musim panas, Harry menyadari bahwa ketika setiap siswa lainnya pulang, Hogwarts adalah rumahnya yang sesungguhnya.

Pemain :

Daniel Radcliffe sebagai Harry Potter. Columbus menginginkan Radcliffe karena ia melihatnya saat produksi David Copperfield, sebelum berlangsungnya audisi terbuka, tetapi diberitahu oleh Figgis bahwa orang tua Radcliffe yang protektif tidak akan membiarkan anak mereka untuk ambil bagian. Columbus menjelaskan bahwa kegigihannya dalam memilih Radcliffe berdampak dengan mundurnya Figgis. Radcliffe diminta untuk audisi pada tahun 2000, ketika Heyman dan Kloves bertemu dia dan orang tuanya pada produksi Stones in His Pockets di London. Heyman dan Columbus berhasil meyakinkan orang tua Radcliffe bahwa anak mereka akan dilindungi dari gangguan media, dan mereka setuju untuk membiarkan dia berperan sebagai Harry. Rowling menyetujui pemilihan Radcliffe, yang menyatakan bahwa “setelah melihatnya, saya tidak berpikir Chris Columbus bisa menemukan Harry yang lebih baik.” Radcliffe dilaporkan membayar £1 juta untuk film tersebut, meskipun ia merasa biaya “tidak begitu”. William Moseley, yang kemudian menjadi Peter Pevensie di serial The Chronicles of Narnia, juga mengikuti audisi.

Rupert Grint sebagai Ron Weasley, sahabat Harry di Hogwarts. Dia memutuskan ambil bagian “karena [dia punya] rambut jahe,” dan merupakan penggemar dari serial tersebut. Setelah melihat laporan Newsround tentang audisi terbuka, ia mengirim sebuah video dirinya sedang rapping tentang bagaimana ia ingin sekali mendapatkan peran tersebut. Usahanya berhasil dan tim audisi mengatur pertemuan dengannya.

Emma Watson sebagai Hermione Granger, sahabat Harry lainnya. Guru teater Watson di Oxford memberikan namanya ke tim audisi dan ia harus melakukan lebih dari lima wawancara sebelum ia dipastikan terpilih. Watson bersikap serius dengan audisinya, tapi “tidak pernah benar-benar berpikir [dia] memiliki kesempatan untuk mendapatkan peran.” Para produser terkesan dengan kepercayaan diri Watson dan dia mengungguli ribuan gadis lain yang mendaftar.

John Cleese sebagai Nick Tanpa Kepala, hantu penjaga asrama Gryffindor.

Robbie Coltrane sebagai Rubeus Hagrid, manusia-setengah-raksasa dan penjaga Hogwarts. Coltrane adalah pilihan pertama Rowling. Coltrane, yang merupakan penggemar novelnya, bersiap-siap untuk peran tersebut dengan mengobrol bersama Rowling tentang masa lalu dan masa depan.

Warwick Davis sebagai Filius Flitwick, kepala asrama Ravenclaw.

Richard Griffiths sebagai Vernon Dursley, paman Harry yang merupakan seorang Muggle.

Richard Harris sebagai Albus Dumbledore, kepala sekolah Hogwarts dan salah satu penyihir paling hebat dan paling terkenal sepanjang masa. Harris awalnya menolak peran Dumbledore, tetaooi cucunya mengancam tidak akan berbicara lagi padanya jika ia menolak ikut serta.

Ian Hart sebagai Profesor Quirrell, guru Pertahanan dari Ilmu Hitam di Hogwarts dan juga antek Lord Voldemort. David Thewlis diaudisi untuk peran ini; ia kemudian berperan sebagai Remus Lupin di Harry Potter and the Prisoner of Azkaban.

John Hurt sebagai Mr. Ollivander, pemilik toko peralatan sihir Ollivanders.

Alan Rickman sebagai Severus Snape, guru Ramuan dan kepala asrama Slytherin. Tim Roth awalnya dipilih untuk peran ini, tetapi ia menolaknya demi Planet of the Apes.

Fiona Shaw sebagai Petunia Dursley, bibi Muggle Harry.

Maggie Smith sebagai Minerva McGonagall, wakil kepala sekolah, kepala asrama Gryffindor dan guru Transfigurasi di Hogwarts. Ia adalah pilihan pribadi Rowling.

Julie Walters sebagai Molly Weasley, ibu Ron. Ia menunjukkan kepada Harry cara masuk ke Peron 93⁄4. Sebelum Walters terpilih, aktris Amerika Rosie O’Donnell juga sempat dipertimbangkan oleh Columbus untuk memerankannya.

(Wikipedia.org)