Jakarta – Aksi brutal di lingkungan pendidikan di Amerika Serikat kembali terjadi. Kali ini terjadi di Umpqua Community College, Oregon. 10 orang dikabarkan tewas.

Seperti dikutip AFP dan dilansir CNN, seorang perwira polisi Oregon, Letnan Bill Fugate mengatakan selain menewaskan 10 orang, pelaku penembakan juga melukai 20 orang korban. Aksi tersebut terjadi di sebuah ruang kelas di kampus Umpqua.

Surat kabar Oregon menyebut, salah satu korban luka adalah seorang perempuan. Dia mengalami luka tembak di dada dan saat ini tengah dirujuk ke rumah sakit setempat.

Pasca penembakan, kampus dijaga ketat pihak kepolisian dan petugas pemadam kebakaran yang melakukan evakuasi korban.

Pelaku penembakan dikabarkan sudah ditangkap dan ditahan kepolisian setempat. Polisi belum merilis identitas pelaku juga motif penembakan tersebut.

Sebagai catatan, aksi penembakan di lingkungan sekolah adalah kesekian kali terjadi di Amerika Serikat. 2012 lalu, aksi pembantaian terjadi di sebuah sekolah dasar Sandy Hook di negara bagian Connecticut. 20 siswa dan enam orang dewasa tewas dalam peristiwa brutal tersebut.

(Sumber : detik.com)



Jakarta – Penembakan yang menewaskan sedikitnya 10 orang terjadi di negara bagian Oregon, Amerika Serikat. Penembakan yang berlokasi di kampus tersebut membuat Presiden Barack Obama geram.

“Entah bagaimana, ini (penembakan) telah menjadi rutinitas,” ujar Obama di Gedung Putih, seperti dilansir AFP, Jumat (2/10/2015).

Obama juga menyinggung agar peraturan kepemilikan senjata di Amerika Serikat lebih diperketat.

“Kami bisa melakukan sesuatu terkait kejadian ini, tapi kita harus mengubah hukum kita (terkait kepemilikan senjata). Tidak bisa dimudahkan seseorang yang ingin mencelakai orang lain untuk mendapatkan senjata,” jelas Obama.

Pelaku penembakan di Umpqua Community College adalah pria berusia 20 tahun. Menurut Obama doa saja tidak cukup untuk menghentikan aksi penembakan terjadi kembali di Amerika Serikat.

“Kita bertanggung jawab terhadap keluarga-keluarga yang kehilangan orang yang mereka cintai karena kita tak berbuat apa-apa,” tutur Obama.

“Doa saja tidak cukup. Ini adalah mengenai pilihan politik yang kita buat. Ini bukan hal yang bisa saja lakukan sendiri. Ada kongres, legislatif, dan gubernur yang mau bekerja sama dengan saya dalam hal ini,” lanjutnya.

(Sumber : detik.com)



Oregon, – Penembakan brutal kembali terjadi di Amerika Serikat dan menewaskan setidaknya 10 orang. Pelakunya, Chris Harper Mercer menyebut dirinya seorang penyendiri.

Menurut saksi mata di tempat kejadian, kampus Umpqua Community College di Oregon, pelaku melepaskan antara 35 hingga 40 tembakan.

Dalam profilnya di situs Morgue Penpals, pelaku menyebut dirinya berumur 20 tahun. Namun sejumlah media AS menyebut usianya 26 tahun.

“Saya berumur 20 tahun, sedang kuliah, saya suka mendengar musik, khususnya goth/punk/industrial/electronic, dan saya suka menonton film, film Horror adalah yang terbaik, tapi saya juga suka beberapa film laga, tergantung jenisnya, dan saya juga suka drama kriminal. Saya mencari sahabat pena yang setipe dengan saya, namun siapapun boleh mengirimkan email pada saya,” demikian postingan Mercer seperti dilansir inquisitr.com, Jumat (2/10/2015).

Dalam profil lain yang ditulisnya di situs Spiritual Passions, Mercer menyebut dirinya sebagai “penyendiri” dan menuliskan hobinya adalah “internet, membunuh zombie, film, musik, membaca.”

Belum diketahui motif penembakan brutal yang terjadi pada Kamis, 1 Oktober pagi waktu setempat ini. Pelaku dinyatakan tewas ditembak polisi dalam kejadian tersebut.

(Sumber : detik.com)