Mamah-dedeh

Dedeh Rosidah atau lebih dikenal dengan Mamah Dedeh lahir di Ciamis, 5 Agustus 1951 adalah seorang Pendakwah. Ia dikenal sebagai pengisi dalam acara Mamah dan Aa yang ditayangkan di Indosiar. Ia merupakan alumni dari IAIN Syarif Hidayatullah, kampus yang berada di Ciputat, Tangerang Selatan.

Lulus dari SD, Mamah Dedeh meneruskan ke Pendidikan Guru Agama (PGA) dan lulus pada tahun 1968 dan langsung kuliah di IAIN Jakarta. Pada saat kuliah Mamah Dedeh bertemu dengan idaman hatinya yang bernama Drs. H. M. Syarifuddin yang kelak menjadi pendamping hidupnya. Suaminya juga anak dari seorang mubaligh di Jakarta yang bernama KH. Hasan Basri yang masih keturunan dari Guru Mughni. Mamah Dedeh menikah pada tahun 1970 ketika menginjak tahun ke tiga kuliahnya. Mamah Dedeh menikah secara sederhana dan tidak dirayakan.

Menikah sambil kuliah tidak menjadi hambatan bagi mamah dedeh, karena ia menjalaninya dengan senang hati. Empat tahun setelah menikah, yaitu tahun 1974, Mamah Dedeh melahirkan anak pertama. Waktu itu, ia sudah lulus kuliah dan pulang ke rumah mertuanya. Lima tahun kemudian, setelah punya dua anak, Mamah Dedeh pindah ke Depok dan disinilah ia melahirkan dua anak lagi. Karena dulunya terbiasa hidup di kampung dan terbiasa bekerja, mengurus anak-anak tidaklah masalah baginya.

Setelah menikah, selain berdakwah di Ciputat, Mamah Dedeh juga mengajar mengaji di Tanah Abang, mengikuti kegiatan keluarga suami. Setelah pindah ke Depok, semakin luas pergaulannya, dan makin banyak tempatnya berdakwah. Pada tahun 1995 Aktivitas dakwah off air dari kampung ke kampung, kota ke kota dan menjadi narasumber di berbagai kelompok pengajian rupanya menarik perhatian almarhum Benjamin Sueb, pendiri sekaligus pemilik Bens Radio meminta Mamah Dedeh untuk ceramah on air di Bens Radio yang ditayangkan secara LIVE dan akhirnya menjadi penceramah tetap untuk mengisi program “Ngaji” yang diadakan setiap Jumat.

Sejak tahun 1980, Mamah Dedeh yang juga pendakwah beserta teman-temannya mempunya ratusan anak asuh. Mereka membiayai sekolah mereka, mulai dari siswa SD sampai SMA. Salah satu dari anak asuhnya itu ada yang jadi penyiar di Bens Radio milik almarhum Benyamin S. Tahun 1994, kebetulan Benyamin sedang mencari pendakwah perempuan. Anak asuhnya itu menyodorkan nama Mamah Dedeh. Mamah Dedeh juga sering diundang oleh berbagai kalangan, mulai dari kelompok pengajian, gubernur, sampai menteri.